' YA' menjadi ' TIDAK' 'TIDAK' menjadi 'YA'

Posted by pakDe Sastro on Tuesday, November 1, 2011

Perumpamaan yang dipaparkan Yesus ini sebenarnya amat sederhana dan biasa-biasa saja. Seorang Ayah mempunyai dua anak laki-laki.anak sulung diminta oleh ayahnya bekerja dikebun anggur. Dengan sopan anak itu menyatakan kesediaannya untuk melaksanakan kehendak ayahnya. Tetapi nyatanya ia tidak melakukannya,Anak bungsu,sebaliknya,nampaknya bandel,bahkan tak tahu adat. "Aku tidak mau" inilah jawabannya kepada ayahnya sendiri.Tetapi nyatanya dialah yang pergi ke kebun anggur untuk bekerja.secara psikologis,kedua anak itu digambarkan dengan jelas sekali. kiranya ceritera Yesus ini seringkali terulang dalam kehidupan rumah tangga yang luar biasa pula.Anak yang 'kurang ajar' secara lahiriah,belum tentu seorang anak yang berwatak tidak baik:anak tahu sopan santun alim dan manis secara lahiriah,belum tentu seringkali dikemudian hari tidak menonjol dalam apa-apa, sedangkan 'anak-anak yang keras,kasar,kurang ajar' waktu muda akhirnya disebut-sebut dalam sejarah,seringkali dengan nada positif. Namun dalam injil ini Yesus bukan menerangkan soal watak kedua anak itu,maksudnya lain,karena dihubungkan oleh Yesus dengan dua kelompok masyarakat yahudi yang bersikap lain-lain terhadap Yohanes pembaptis,dan juga karena perumpamaan ini ditujukan oleh yesus kepada sekelompok orang yang baru saja mempersoalkan sumber kuasa-Nya.

Kata-kata penting :

"Apakah pendapatmu tentang ini?"
pertanyaan ini berciri polemik,artinya menantang pihak lain.jadi,tujuan perumpamaan Yesus ini ialah menantang pihak penguasa Yahudi yang baru saja mempersoalkan kuasa-Nya.
'Kalau sibuk benar dengan mempertanyakan kuasa Ku.kalian memang hli-ahli piir,tetapi adakah kalian ahli berbuat berteori tentang hal-hal suci.terutama kehendak Bapa Surgawi?' yang kedua kata-kata "hari ini" (ayat 28). sama seperti ayah dari perumpamaan demikian pula Allah (yang empunya kerajaan Allah) senantiasa hari ini menghadapkan anak-anaknya dengan suatu tugas. Pemberian tugas itu menuntut dari manusia pengambil keputusan. Keputusan itu secara umum selalu berupa jawaban 'YA atau TIDAK'. Bila pada awalnya keputusan itu berupa TIDAK,maka keputusan itu mungkin maih dapat di ubah menjadi YA.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment